Nama   : Alindya Sinta Aji

Nrp      : G54100003

Laskar  : 14

Saya mempunyai seorang teman bernama Nadiah Lukita Sari. Dia teman dekat saya. Saya mengenalnya sejak SMP. Pertama kali saya melihat dia, yang pertama kali ada di benak saya adalah rasa iba. Saat itu dia memakai perban di kakinya. Kakinya patah karena kecelakaan saat menyeberang jalan ketika duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Setelah saya mengenalnya orangnya baik dan asyik diajak bercanda. Padahal saya pikir dia orang yang serius. Dan yang paling membuat saya terkagum-kagum, Nadiah itu orang yang sangat rajin dan pintar. Dia selalu rajin dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Bahkan sebelum deadline tugas itu dikumpulkan, dia sudah selesai mengerjakannya. Saya dapat berkata seperti ini karena saya sudah empat tahun duduk sebangku dengannya, dari kelas 2 SMP sampai kelas 2 SMA.  Mau tidak mau saya yang duduk di sebelahnya terbawa virus rajin juga. Saya yang biasanya menunda-nunda dalam mengerjakan tugas menjadi lebih bersemangat dalam mengerjakannya. Jika ada pelajaran yang tidak saya mengerti selalu saya tanyakan kepadanya. Begitu juga dengan dia. Kami berdua saling membantu.   Yang membuat saya lebih heran lagi, Nadiah selalu semangat dalam belajar. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana hari-harinya di rumah. Pasti selalu diisi dengan belajar.  Setiap akan diadakan ulangan harian dia pasti sungguh-sungguh dalam belajar. Bahkan seringkali dia belajar sampai larut malam, itu pun masih ditambah belajar pada dini harinya. Tapi usahanya tidak sia-sia. Dia selalu mendapat nilai bagus pada ulangan harian maupun ulangan umum semester. Nilai rapornya selalu bagus. Dia pernah mengikuti olimpiade Biologi tingkat nasional dan berhasil membawa pulang medali perunggu. Dia juga mendapat beasiswa di SMA seperti saya.  Sekarang dia kuliah di universitas terbaik di Indonesia.

Selama duduk sebangku dengan Nadiah saya belajar banyak hal. Saya lebih rajin dalam mengerjakan tugas dan belajar. Saya juga menjadi bersemangat dalam meraih prestasi. Bahkan teman-teman kami bilang bahwa kami ini bersaing. Menurut saya bersaing dalam prestasi itu bagus. Saya mendapat pengetahuan –pengetahuan baru darinya. Saya bangga mempunyai teman seperti Nadiah, teman yang dapat menginspirasi saya untuk lebih baik lagi.

Nama   : Alindya Sinta Aji

Nrp      : G54100003

Laskar  : 14

Saya hanyalah manusia biasa, dan saya yakin bahwa tidak ada sifat maupun perbuatan saya yang dapat menginspirasi orang lain. Namun ketika saya bertemu dengan teman yang dapat dibilang sahabat dekat, mereka bilang saya pintar dan saya menginspirasi mereka untuk terus belajar. Saya sangat kaget mendengar itu. Ternyata ada juga hal dalam diri saya yang ingin dicontoh oleh orang lain.

Memang sejak duduk di bangku sekolah dasar saya terbilang murid yang pintar. Saya selalu mendapat juara 1 di kelas selama enam tahun. Dan dengan nilai ujian nasional saya yang memuaskan saya berhasil masuk di SMP terbaik di daerah saya. Meskipun di SMP saya tidak mendapatka juara 1 kelas, tetapi nilai saya lumayan bagus. Dengan nilai ujian nasional yang baik pula saya diterima di SMA terbaik.

Prestasi saya kembali bersinar di bangku SMA. Saya selalu masuk peringkat lima besar paralel. Dan Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa dari sekolah karena nilai rapor saya. Rasa syukur saya tidak berhenti sampai di situ. Di saat teman-teman saya masih bingung mencari bangku kuliah, saya bisa duduk santai karena saya diterima di IPB lewat jalut USMI.

Mungkin inilah yang membuat teman saya ingin seperti saya. Mereka ingin menjadi orang yang berhasil dengan usaha sendiri. Saya sangat senang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk meraih prestasi yang lebih baik. Dan ini membuat saya lebih bersemangat untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi dan untuk membanggakan kedua orang tua saya.